Tantangan Pembelajaran di SMP/MTs Masa Kini
Jenjang SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) merupakan masa transisi penting dalam perkembangan peserta didik. Di fase ini, siswa mulai membangun jati diri, mempertajam logika berpikir, dan mengembangkan minat belajar. Namun, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks:
- Informasi berlimpah tapi dangkal
- Kebiasaan belajar instan dan pasif
- Kurangnya ketertarikan pada pelajaran konvensional
- Tekanan akademik tinggi tanpa penguatan karakter
Model pembelajaran satu arah dan berpusat pada guru terbukti makin tidak efektif. Siswa membutuhkan pembelajaran yang menyentuh realitas hidup mereka, relevan dengan masa depan, dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS).
Itulah mengapa pendekatan Deep Learning menjadi jawaban nyata atas kebutuhan pendidikan masa kini.
Deep Learning dan Peran Dr. Abdul Mu’ti
Deep Learning dalam pendidikan bukan sekadar metode, tapi transformasi cara berpikir dalam belajar. Pendekatan ini mendorong siswa:
✅ Menganalisis informasi secara kritis
✅ Merefleksikan pengetahuan dan pengalaman
✅ Berkolaborasi menyelesaikan masalah
✅ Menyusun ide dan argumen secara mandiri
✅ Menerapkan konsep dalam kehidupan nyata
Di SMP/MTs, Deep Learning dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran, misalnya:
- IPS: Diskusi tentang dampak urbanisasi terhadap lingkungan sekitar
- Bahasa Indonesia: Membuat karya tulis reflektif tentang pengalaman pribadi
- IPA: Eksperimen terbuka dengan hipotesis buatan siswa
- PAI/Agama: Kajian nilai dengan studi kasus sosial
👤 Tokoh Kunci: Dr. Abdul Mu’ti
Sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Dr. Abdul Mu’ti merupakan penggerak utama pendekatan Deep Learning di Indonesia. Dalam Forum Pendidikan Nasional (Februari 2025), ia menegaskan:
“Kita perlu menjadikan pembelajaran sebagai ruang dialog, bukan ruang hafalan. Deep Learning bukan kurikulum, tapi cara melihat belajar sebagai proses membentuk manusia berpikir.”
Beliau menekankan bahwa Deep Learning bisa berjalan di bawah Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013, karena intinya adalah bagaimana guru mengajar dan siswa belajar secara aktif, reflektif, dan kolaboratif.
Berikut Contoh Modul Ajar Deep Learning (IPA Kelas 7)
Link Download lengkap diakhir artikel ya.
MODUL AJAR
HAKIKAT ILMU SAINS DAN METODE ILMIAH
- Informasi Umum
Nama Penyusun : ……………………….
Nama Sekolah : ……………………….
Tahun Pelajaran : 20…/20…
Fase/Kelas : D/VII
Alokasi Waktu : 18 JP × 40 menit
Jumlah Pertemuan : 5 pertemuan
- Kompetensi Awal
Bab hakikat ilmu sains dan metode ilmiah memiliki fokus pada elemen IPA terpadu, yaitu mengembangkan pengetahuan IPA dan keterampilan proses. Untuk itu, terdapat pengetahuan yang perlu dimiliki peserta didik sebelum mempelajari topik ini, yaitu peserta didik diharapkan sudah mengenal konsep IPA/sains.
- Kata Kunci
- Ilmu
- Ilmuwan
- Metode ilmiah
- Pengamatan
- Pengukuran
- Percobaan
- Sains
- Sikap ilmiah
- Profil Pelajar Pancasila
- Mandiri
- Bernalar kritis
- Gotong royong
- Kreatif
- Dimensi Profil Lulusan
- Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Penalaran kritis
- Kemandirian
- Komunikasi
- Sarana, Prasarana, dan Sumber Belajar
Sarana : Alat laboratorium, alat ukur, proyektor
Prasarana : Ruang laboratorium
Sumber belajar : Buku Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk SMP/MTs Kelas VII penerbit Grafindo Media Pratama
- Target Peserta Didik
Peserta didik reguler
- Pendekatan Pembelajaran
Deep learning (pembelajaran mendalam) dan pendekatan saintifik
- Model dan Mode Pembelajaran
Model pembelajaran : cooperative learning dan problem based learning
Mode pembelajaran : tatap muka
- Assesmen
Asesmen non-kognitif dan asesmen kognitif (sumatif)
- Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 (4 JP × 40 menit)
- Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan cabang-cabang ilmu sains dan bidang yang dipelajarinya.
- Menyebutkan tokoh-tokoh sains di Indonesia beserta penemuannya.
- Pemahaman Bermakna
Peserta didik mampu menjelaskan cabang-cabang ilmu sains dan bidang yang dipelajarinya serta menyebutkan tokoh-tokoh sains di Indonesia beserta penemuannya.
- Pertanyaan Pemanantik
- Apa yang kamu ketahui tentang sains?
- Bagaimana sains dapat bermanfaat bagi hidupmu?
- Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
- Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, serta memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
- Memulai kelas dengan apersepsi guna menstimulus peserta didik. Apersepsi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan “Apa yang kalian ketahui tentang IPA atau sains?” “Apakah sains bermanfaat bagi manusia?”
Kegiatan Inti
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi peserta didik belajar.
- Guru menjelaskan konsep dasar mengenai definisi ilmu sains, serta cabang-cabang ilmu sains dan bidang-bidang yang dipelajarinya.
- Guru mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok belajar. Setiap kelompok terdiri dari 2 orang.
- Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi terkait beberapa ilmuwan Indonesia yang mendunia karena temuannya.
- Guru mengarahkan perwakilan kelompok peserta didik untuk mempresentasikan hasil studi literaturnya.
- Guru mengapresiasi peserta didik dengan memberikan pujian atas presentasinya.
Kegiatan Penutup
- Meninjau kembali apa yang telah dilakukan pada pertemuan kali ini serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya sebelum menutup pertemuan.
- Menginformasikan pertemuan selanjutnya akan membahas mengenai keselamatan kerja di laboratorium.
- Menutup pembelajaran dengan membaca doa dan salam.
