Pendidikan SD di Tengah Tantangan Zaman
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan pola pikir anak-anak Indonesia. Namun, tantangan zaman semakin kompleks. Anak-anak generasi sekarang hidup di era digital, terbiasa dengan informasi instan, dan tumbuh di tengah dunia yang terus berubah cepat.
Guru SD tidak lagi cukup mengajar dengan metode lama yang menekankan hafalan dan latihan berulang. Sebaliknya, dibutuhkan pendekatan baru yang:
- Menumbuhkan rasa ingin tahu
- Mendorong berpikir kritis sejak dini
- Mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata
- Mengajarkan nilai karakter, kolaborasi, dan empati
Sementara itu, banyak guru di lapangan merasa kesulitan untuk menyusun perangkat ajar yang mampu menjawab tuntutan tersebut, terutama dalam format yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan CP (Capaian Pembelajaran) terbaru.
Di sinilah pendekatan Deep Learning hadir sebagai solusi nyata.
Apa Itu Deep Learning dan Siapa Penggagasnya?
Deep Learning dalam pendidikan adalah pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan apa yang harus dipelajari, tetapi juga bagaimana cara berpikir terhadap materi tersebut.
Berbeda dari pembelajaran dangkal (surface learning) yang fokus pada mengingat, Deep Learning menekankan pada:
✅ Pemahaman mendalam
✅ Refleksi personal
✅ Pengalaman belajar kontekstual
✅ Proyek nyata yang bermakna
Di jenjang SD/MI, Deep Learning diterapkan melalui kegiatan eksploratif, bermain sambil belajar, pengamatan lingkungan, cerita reflektif, dan proyek mini yang melibatkan siswa secara aktif.
👤 Siapa Penggagas Deep Learning di Indonesia?
Tokoh utama yang mendorong pendekatan ini adalah Dr. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia.
Dalam Forum Pendidikan Nasional 2025, beliau menyatakan:
“Deep Learning bukan kurikulum baru. Ia adalah cara membangun cara berpikir anak—untuk menjadi manusia utuh, bukan sekadar siswa dengan nilai tinggi.”
Dari pengalamannya belajar di luar negeri dan observasi pendidikan global, Dr. Mu’ti mengadopsi Deep Learning sebagai kerangka berpikir pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan karakter anak Indonesia.
Beliau menegaskan bahwa Deep Learning bisa diterapkan di semua jenjang dan semua kurikulum (Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013), selama guru mampu merancang kegiatan belajar yang berpusat pada siswa.
Berikut Contoh Modul Ajar Deep Learning (Informatika / TIK Kelas 1 SD / MI)
Link Download lengkap diakhir artikel ya.
MODUL AJAR
BERPIKIR KOMPUTASIONAL
- Informasi Umum
Nama Penyusun : ……………………….
Nama Sekolah : ……………………….
Tahun Pelajaran : 20…/20…
Fase/Kelas : A/I
Alokasi Waktu : 12 JP × 35 menit
Jumlah Pertemuan : 6 pertemuan
- Kompetensi Awal
Sebelum mempelajari materi berpikir komputasional, peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk menyebutkan urutan atau langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
- Kata Kunci
- Abstraksi
- Algoritma
- Dekomposisi
- Komputasional
- Pola
- Urutan
- Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
- Mandiri
- Gotong Royong
- Bernalar Kritis
- Kreatif
- Sarana dan Prasarana
Sarana : laptop, proyektor, LKPD
Prasarana : ruang kelas
- Target Peserta Didik
Peserta didik reguler
- Model dan Mode Pembelajaran
Model pembelajaran : direct instruction dan cooperative learning
Mode pembelajaran : tatap muka
- Asesmen
- Asesmen non-kognitif
- Asesmen kognitif (sumatif)
- Kompetensi Inti
Pertemuan 1 (2 JP × 35 menit)
- Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan pengertian berpikir komputasional
- Pemahaman Bermakna
Peserta didik mampu menggunakan kemampuan berpikir komputasional untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
- Pertanyaan Pemantik
- Mainan apa yang paling sering kamu mainkan di rumah?
- Mengapa kamu harus membereskan mainan setelah bermain?
- Bagaimana cara kamu membereskan mainan?
- Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
- Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, serta memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
- Menyanyikan salah satu lagu nasional bersama-sama.
- Memulai kelas dengan apersepsi guna menstimulus peserta didik. Apersepsi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan “Mainan apa yang paling sering kamu mainkan di rumah?”, “Mengapa kamu harus membereskan mainan setelah bermain?”, dan “Bagaimana cara kamu membereskan mainan?”
Kegiatan Inti
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi peserta didik untuk belajar.
- Guru bertanya kepada salah satu peserta didik langkah pertama yang perlu dilakukan dalam membereskan mainan.
- Guru bertanya kepada peserta didik-peserta didik lain apakah mereka setuju dengan jawaban peserta didik pertama.
- Guru bertanya kepada salah satu peserta didik lain langkah kedua yang perlu dilakukan dalam membereskan mainan.
- Guru bertanya kepada peserta didik-peserta didik lain apakah mereka setuju dengan jawaban peserta didik kedua.
- Guru kembali bertanya kepada salah satu peserta didik lain langkah selanjutnya dalam membereskan mainan hingga mainan selesai dibereskan.
- Guru menjelaskan tentang pengertian dasar dari berpikir komputasional dan hubungannya dengan kegiatan membereskan mainan.
- Guru meminta peserta didik untuk memanfaatkan berpikir komputasional dalam memperkenalkan diri.
- Guru mencontohkan cara memperkenalkan diri dengan cara memperkenalkan nama, tempat dan tanggal lahir, tempat tinggal, cita-cita, hobi, dan makanan favorit.
- Guru memberi waktu peserta didik untuk menuliskan hal-hal yang perlu mereka sampaikan ketika memperkenalkan diri di buku tulis secara berurutan.
- Guru meminta setiap peserta didik untuk memperkenalkan dirinya di depan kelas secara bergantian.
- Guru memberi apresiasi kepada setiap peserta didik yang telah memperkenalkan dirinya di depan kelas.
Kegiatan Penutup
- Guru dan peserta didik meninjau kembali apa yang telah dilakukan dan dipelajari pada kegiatan pembelajaran kali ini dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya sebelum menutup kegiatan pembelajaran.
- Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan selanjutnya akan membahas tentang langkah-langkah dalam berpikir komputasional.
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam.
Pertemuan 2 (2 JP × 35 menit)
- Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan pengertian berpikir komputasional
- Menerapkan berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari
- Pemahaman Bermakna
Peserta didik mampu menggunakan kemampuan berpikir komputasional untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
- Pertanyaan Pemantik
- Apakah kamu bisa memasak nasi menggunakan rice cooker?
- Bagaimana cara memasak nasi menggunakan rice cooker dengan baik?
- Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
- Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, serta memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
- Menyanyikan salah satu lagu nasional bersama-sama.
- Memulai kelas dengan apersepsi guna menstimulus peserta didik. Apersepsi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan “Apakah kamu bisa memasak nasi menggunakan rice cooker?” dan “Bagaimana cara memasak nasi menggunakan rice cooker dengan baik?”
Kegiatan Inti
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi peserta didik untuk belajar.
- Guru meminta salah satu siswa untuk menjelaskan cara memasak nasi menggunakan rice cooker.
- Guru memberi apresiasi kepada siswa yang menjelaskan cara memasak nasi menggunakan rice cooker.
- Guru memberikan penjelasan dasar tentang dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma menggunakan cara memasak nasi memakai rice cooker sebagai contoh.
- Guru menggambarkan algoritma cara memasak nasi menggunakan rice cooker di papan tulis.
- Guru mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok belajar yang terdiri atas 2–3 orang.
- Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok dan membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang ada pada LKPD secara diskusi bersama-sama teman sekelompoknya.
- Guru mengarahkan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
- Guru mengapresiasi peserta didik dengan memberikan pujian atas presentasinya.
Kegiatan Penutup
- Guru dan peserta didik meninjau kembali apa yang telah dilakukan dan dipelajari pada kegiatan pembelajaran kali ini dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya sebelum menutup kegiatan pembelajaran.
- Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan selanjutnya akan membahas tentang menerapkan berpikir komputasional dalam memilih dan membandingkan benda
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam.
