Download Perangkat Modul Ajar Deep Learning SMA/SMK/MA Lengkap

Download Perangkat Modul Ajar Deep Learning SMA/SMK/MA Lengkap
Download Perangkat Modul Ajar Deep Learning SMA/SMK/MA Lengkap

Dalam dunia pendidikan Indonesia, istilah Deep Learning kini menjadi pembicaraan utama di kalangan guru, kepala sekolah, dan pegiat pendidikan. Bukan sebagai bagian dari teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebagai pendekatan pembelajaran yang mendalam dan berorientasi pada proses berpikir tingkat tinggi.

Pendekatan ini menekankan agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada capaian akademik atau penghafalan semata, tetapi pada pembentukan karakter, pemahaman kritis, dan relevansi dengan kehidupan nyata. Modul ajar berbasis Deep Learning mulai digunakan secara luas oleh guru-guru di tingkat SMA, SMK, dan MA seiring dengan dorongan dari pemerintah dan komunitas pendidikan.

Link Download Dibawah Artikel Ini.


📘 Apa Itu Deep Learning dalam Pendidikan?

Deep Learning dalam pendidikan adalah pendekatan pembelajaran yang mengutamakan proses berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Berbeda dari pembelajaran dangkal (surface learning) yang hanya mengejar nilai, Deep Learning mendorong peserta didik untuk menghubungkan antar konsep, mengevaluasi informasi secara mandiri, dan menyusun pemahaman secara mendalam.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, namun juga dapat diterapkan dalam kurikulum sebelumnya seperti K-13. Intinya bukan soal kurikulumnya, tetapi bagaimana pembelajaran berlangsung di kelas.


👤 Peran Dr. Abdul Mu’ti: Tokoh Kunci Deep Learning Indonesia

Dr. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), dikenal sebagai tokoh yang membawa pendekatan Deep Learning ke ranah kebijakan pendidikan Indonesia. Dari pengalamannya kuliah di Australia, ia mengenalkan konsep ini pada tahun 2024, dan menegaskan bahwa Deep Learning merupakan metode belajar—bukan kurikulum baru.

Dalam forum nasional pada 17 Februari 2025, Mu’ti menekankan bahwa Deep Learning bertujuan menciptakan proses berpikir tingkat tinggi, kolaboratif, dan bermakna—bukan sekadar hafalan dan menjawab ujian.

Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan ini dapat dijalankan baik di bawah Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013, karena sekolah diberi fleksibilitas penuh dalam mengadopsi strategi pembelajaran yang relevan dan efektif.

Sejak saat itu, berbagai pelatihan guru, modul pelajaran, dan kebijakan teknis mulai mengadopsi prinsip-prinsip pembelajaran mendalam ala Deep Learning.


Dibawah ini Contoh 1 Modul Ajar Bahasa Indonesia kelas XII

Untuk Mendownload File ada di halaman akhir artikel ini ya

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA

Bab: 1 (Mengkritis Informasi dari Berbagai Sumber)

A.   Identitas Modul

Nama Sekolah                  :    ………………………………………………………………………….

Nama Penyusun               :    ………………………………………………………………………….

Mata Pelajaran                :    Bahasa Indonesia

Fase / Kelas /Semester     :    F / XII / Ganjil

Alokasi Waktu                 :    2 Pertemuan (4 x 45 menit)

Tahun Pelajaran              :    2025/2026

B.   Identifikasi Kesiapan Peserta Didik

Peserta didik kelas XII pada umumnya telah memiliki kemampuan membaca dan menulis dasar, serta sering terpapar berbagai informasi dari media digital (berita online, media sosial, video). Pengetahuan awal mereka tentang literasi digital dan risiko informasi palsu mungkin bervariasi, tergantung pada lingkungan dan kebiasaan. Minat mereka cenderung tinggi pada informasi yang relevan dengan kehidupan remaja dan isu-isu terkini. Latar belakang sosial-ekonomi yang beragam dapat mempengaruhi akses mereka terhadap sumber informasi yang kredibel. Kebutuhan belajar mereka mencakup kemampuan membedakan fakta dan opini, mengidentifikasi bias, serta menyajikan informasi secara bertanggung jawab.

C.   KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

Materi “Mengkritis Informasi dari Berbagai Sumber” adalah jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan afektif. Pengetahuan konseptual meliputi definisi informasi, fakta, opini, serta ciri-ciri sumber informasi yang kredibel dan tidak kredibel. Pengetahuan prosedural mencakup langkah-langkah dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyaring informasi dari berbagai sumber, serta teknik-teknik menyajikan informasi secara objektif. Pengetahuan afektif berfokus pada penanaman sikap skeptis yang sehat, tanggung jawab dalam menyebarkan informasi, dan etika berliterasi digital. Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik di era banjir informasi, di mana kemampuan mengkritisi informasi sangat vital untuk menghindari hoaks dan misinformasi. Tingkat kesulitan materi moderat, dengan penekanan pada analisis kritis dan aplikasi. Struktur materi dimulai dari pemahaman jenis informasi, cara mengidentifikasi sumber, hingga praktik mengkritisi dan menyajikan informasi. Materi ini secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti integritas, kritis, mandiri, dan tanggung jawab.

D    DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN

  • Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis secara mendalam berbagai informasi, mengevaluasi validitas dan kredibilitas sumber, serta merumuskan kesimpulan yang logis dan objektif.
  • Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, argumen, dan informasi secara jelas, efektif, dan bertanggung jawab, baik lisan maupun tulisan.
  • Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara digital yang aktif dalam memerangi misinformasi dan disinformasi demi kebaikan bersama.
  • Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan kemampuan untuk mencari, memverifikasi, dan menyajikan informasi secara mandiri dengan menjunjung tinggi etika.
Baca Juga :  Download SPTJM Bantuan Insentif Guru 2025 dan Syarat Pencairan Bantuan


DESAIN PEMBELAJARAN

A.   Capaian Pembelajaran (CP) Nomor : 32 Tahun 2024

Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial,   akademis,   dan   dunia   kerja.   Peserta   didik   mampu memahami,  mengolah,  menginterpretasi,  dan  mengevaluasi berbagai  tipe  teks  tentang  topik  yang  beragam.  Peserta  didik mampu mengkreasi gagasan dan pendapat untuk berbagai tujuan. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan berbahasa yang melibatkan banyak orang. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk merefleksi dan mengaktualisasi diri untuk selalu berkarya dengan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di berbagai media untuk memajukan peradaban bangsa.

Fase F berdasarkan elemen.

ElemenCapaian Pembelajaran
MenyimakPeserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara; mengkreasi dan mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang disimak.
Membaca dan MemirsaPeserta didik mampu mengevaluasi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) di media cetak dan elektronik. Peserta didik mampu mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi.
Berbicara dan MempresentasikanPeserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan kreativitas dalam berbahasa dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif; mampu menyajikan karya sastra secara kreatif dan menarik. Peserta didik mampu mengkreasi teks sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia. Peserta didik mampu menyajikan dan mempertahankan hasil penelitian, serta menyimpulkan masukan dari mitra diskusi.
MenulisPeserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menulis karya sastra dalam berbagai genre. Peserta didik mampu menulis teks refleksi diri. Peserta didik mampu menulis hasil penelitian, teks fungsional dunia kerja, dan pengembangan studi lanjut. Peserta didik mampu memodifikasi/mendekonstruksikan karya sastra untuk tujuan ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan tulisan hasil karyanya di media cetak maupun digital.

B.   LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Konsep hak dan kewajiban warga negara dalam berdemokrasi dan menjaga persatuan melalui literasi digital.
  • Sejarah: Mempelajari bagaimana narasi sejarah dapat dipengaruhi oleh sumber dan sudut pandang.
  • Sosiologi: Analisis dampak informasi (terutama hoaks) terhadap interaksi sosial dan kelompok masyarakat.
  • Informatika/TIK: Keterampilan mencari informasi secara efisien, mengidentifikasi situs web yang kredibel, dan memahami algoritma media sosial.

C.   TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 (2 x 45 menit): Memahami Berbagai Jenis Informasi dan Kredibilitas Sumber

  • Melalui diskusi kelompok dan analisis kasus, peserta didik mampu membedakan fakta dan opini dalam berbagai teks informasi dengan tepat.
  • Setelah melakukan penelusuran berbagai sumber berita, peserta didik mampu mengidentifikasi ciri-ciri sumber informasi yang kredibel dan tidak kredibel secara cermat.
  • Dengan menganalisis contoh-contoh berita, peserta didik dapat mengidentifikasi bias dalam penyampaian informasi dari berbagai sumber dengan argumen yang kuat.

Pertemuan 2 (2 x 45 menit): Menganalisis, Mengevaluasi, dan Menyajikan Informasi Kritis

  • Melalui praktik verifikasi informasi, peserta didik mampu menerapkan langkah-langkah mengkritisi informasi dari berbagai sumber dengan prosedur yang benar.
  • Dengan menyusun esai/artikel singkat, peserta didik mampu menyajikan informasi yang telah dikritisi secara objektif, logis, dan bertanggung jawab.
  • Setelah presentasi dan diskusi, peserta didik mampu menunjukkan sikap kritis dan bijak dalam menyikapi serta menyebarkan informasi di era digital.

D.   TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

  • Fenomena hoaks dan disinformasi di media sosial (misalnya, terkait kesehatan, politik, atau isu sosial).
  • Berita sensasional vs. berita faktual.
  • Pentingnya cek fakta (fact-checking) sebelum berbagi informasi.
  • Peran jurnalisme investigatif dalam mengungkap kebenaran.
  • Etika dalam menyebarkan informasi dan UU ITE.
  • Pemanfaatan situs atau platform cek fakta (misalnya, Turn Back Hoax, Mafindo).

E.   KERANGKA PEMBELAJARAN

Praktik Pedagogik:

  • Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Discovery Learning untuk mendorong penalaran kritis dan kemandirian.
  • Strategi Pembelajaran: Kooperatif (diskusi kelompok, peer review), inkuiri (penelusuran informasi mandiri), dan reflektif.
  • Metode Pembelajaran: Diskusi, tanya jawab, analisis kasus, studi literatur, penelusuran web, menulis esai/artikel, presentasi.

Kemitraan Pembelajaran:

  • Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru TIK/Informatika untuk penguatan keterampilan digital, guru PPKn untuk aspek etika dan kewargaan. Pemanfaatan perpustakaan sekolah yang dilengkapi akses internet.
  • Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang narasumber dari jurnalis, pegiat literasi digital, atau perwakilan Kominfo/Dewan Pers (jika memungkinkan) untuk berbagi wawasan. Mendorong peserta didik untuk berinteraksi dengan komunitas cek fakta online.
Baca Juga :  Download Perangkat Lengkap Pendidikan Agama Islam Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Lingkungan Belajar:

  • Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, dilengkapi proyektor dan akses internet yang stabil. Penataan meja dan kursi yang dapat diubah sesuai kebutuhan aktivitas.
  • Ruang Virtual: Pemanfaatan Google Classroom sebagai LMS untuk berbagi materi, tautan, pengumpulan tugas, dan forum diskusi asinkron. Akses ke portal berita online, situs cek fakta, dan perpustakaan digital.
  • Budaya Belajar: Mendorong budaya skeptis yang sehat, berani bertanya dan menantang informasi yang meragukan, menghargai argumen logis, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan digital.

Pemanfaatan Digital:

  • Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal online, artikel ilmiah, atau buku elektronik yang relevan dengan literasi media dan informasi.
  • Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron melalui Google Classroom untuk memperdalam pemahaman dan berbagi temuan dari penelusuran informasi.
  • Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk asesmen formatif (kuis interaktif) di awal atau akhir sesi, mengumpulkan pendapat anonim, atau memicu diskusi tentang berita viral.
  • Google Classroom: Sebagai pusat distribusi materi, penugasan, pengumpulan karya, dan sarana komunikasi antara guru dan peserta didik.
  • Situs Berita Online Kredibel (misalnya: Kompas, Tempo, BBC Indonesia), Situs Cek Fakta (misalnya: Turn Back Hoax, Mafindo): Sumber utama untuk studi kasus dan latihan mengkritisi informasi.

F.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pertemuan 1:

Memahami Berbagai Jenis Informasi dan Kredibilitas Sumber (Mindful Learning & Meaningful Learning)

Kegiatan Pendahuluan (15 menit) – Berkesadaran (Mindful Learning):

  • Pembukaan: Guru mengucapkan salam, berdoa, dan melakukan presensi. (Fokus: Menyadari kehadiran dan mempersiapkan diri).
  • Apersepsi: Guru menampilkan sebuah kutipan atau gambar meme yang mengandung informasi ambigu atau provokatif dari media sosial. Peserta didik diminta untuk menyampaikan reaksi atau pendapat awal mereka. Guru memantik pertanyaan: “Bagaimana perasaan kalian saat melihat informasi seperti ini? Apakah kalian langsung percaya? Mengapa kita perlu berhati-hati?” (Fokus: Menghadirkan kesadaran akan pentingnya literasi informasi di era digital).
  • Ice Breaking (Joyful Learning): Permainan singkat “Detektif Kata” di mana guru membacakan serangkaian kalimat, dan peserta didik cepat mengangkat kartu “Fakta” atau “Opini”. (Fokus: Membangun suasana ceria dan melatih pembedaan dasar).
  • Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan relevansinya dengan kehidupan peserta didik. (Fokus: Membangun makna belajar).

Kegiatan Inti (60 menit) – Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi:

Stimulasi & Identifikasi Masalah (Memahami & Mengaplikasi):

  • Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok (diferensiasi kelompok berdasarkan preferensi belajar visual/auditori/kinestetik atau kemampuan awal).
  • Setiap kelompok diberikan kumpulan potongan berita dari berbagai sumber (koran cetak, berita online, media sosial, blog pribadi) yang berisi campuran fakta dan opini, serta beberapa di antaranya cenderung bias atau hoaks. (Diferensiasi Konten: Variasi tingkat kesulitan dan jenis sumber).
  • Peserta didik diminta untuk membaca dan mengidentifikasi informasi kunci serta jenis-jenis informasi yang mereka temukan.

Pengumpulan Data & Pembuktian (Mengaplikasi):

  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis potongan berita, membedakan fakta dan opini, serta mencoba mengidentifikasi ciri-ciri sumber yang kredibel atau tidak. Mereka dapat menggunakan panduan pertanyaan: “Apakah informasi ini bisa diverifikasi?”, “Siapa penulis/penerbitnya?”, “Apakah ada unsur keberpihakan?”.
  • Peserta didik diberikan akses untuk melakukan penelusuran singkat di internet untuk membandingkan informasi dari sumber lain atau mencari rekam jejak sumber berita. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan lembar kerja terstruktur untuk kelompok yang membutuhkan lebih banyak panduan, dan memberikan kebebasan eksplorasi bagi kelompok mandiri).

Pengembangan & Presentasi (Mengaplikasi):

  • Setiap kelompok merumuskan kriteria sumber informasi kredibel dan tidak kredibel berdasarkan temuan mereka, serta mengidentifikasi bias dalam contoh berita yang diberikan.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas.

Analisis & Evaluasi (Merefleksi):

  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi, mengklarifikasi konsep fakta, opini, kredibilitas sumber, dan bias informasi.
  • Guru memberikan penguatan materi dengan menampilkan beberapa contoh kasus nyata dan memberikan tips praktis untuk mengidentifikasi hoaks.

Kegiatan Penutup (15 menit) – Umpan Balik & Perencanaan Selanjutnya (Meaningful Learning & Joyful Learning):

  • Refleksi Diri (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik menuliskan satu kalimat refleksi singkat tentang “Satu hal baru yang saya pelajari tentang informasi hari ini” di sticky notes atau menggunakan fitur polling di Mentimeter. (Umpan balik konstruktif).
  • Penyimpulan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang perbedaan fakta dan opini serta pentingnya kredibilitas sumber.
  • Tindak Lanjut & Perencanaan (Joyful Learning): Guru memberikan tugas mandiri (misalnya, mencari 2-3 contoh berita viral dan mencoba mengidentifikasi unsur fakta/opini dan potensi biasnya). Guru mendorong peserta didik untuk berpartisipasi dalam ide-ide aktivitas untuk pertemuan berikutnya.
Baca Juga :  Download Perangkat Lengkap Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Pertemuan 2:

Menganalisis, Mengevaluasi, dan Menyajikan Informasi Kritis (Meaningful Learning & Joyful Learning)

Kegiatan Pendahuluan (15 menit) – Berkesadaran (Mindful Learning):

  • Pembukaan: Guru mengucapkan salam, berdoa, dan presensi.
  • Apersepsi: Guru menampilkan beberapa contoh “judul clickbait” atau informasi yang sengaja dilebih-lebihkan. Guru bertanya: “Apa reaksi kalian saat melihat judul seperti ini? Mengapa penulis berita terkadang membuat judul yang provokatif?” (Fokus: Menghadirkan kesadaran tentang manipulasi informasi).
  • Koneksi (Meaningful Learning): Guru meminta beberapa peserta didik berbagi hasil tugas mandiri mereka tentang analisis berita viral. (Fokus: Mengaitkan pengalaman pribadi dengan materi).
  • Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Kegiatan Inti (60 menit) – Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi:

Eksplorasi (Memahami):

  • Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok (diferensiasi kelompok sesuai kebutuhan). Setiap kelompok diberikan satu “isu kontroversial” atau “berita hoaks” yang sedang hangat dibicarakan. (Diferensiasi Konten: Isu yang berbeda untuk setiap kelompok).
  • Peserta didik diminta untuk mengeksplorasi isu tersebut, mencari berbagai sumber informasi terkait, termasuk dari situs cek fakta.

Pembuktian & Perumusan (Mengaplikasi):

  • Setiap kelompok menerapkan langkah-langkah mengkritisi informasi: (1) Verifikasi sumber, (2) Bandingkan dengan sumber lain, (3) Cari tahu motif penyebaran, (4) Identifikasi fakta dan opini.
  • Berdasarkan hasil analisis, setiap kelompok menyusun draf esai/artikel singkat (minimal 150 kata) yang menyajikan informasi yang telah dikritisi secara objektif dan bertanggung jawab. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan panduan kerangka esai/artikel untuk kelompok yang membutuhkan, dan kebebasan struktur untuk kelompok yang lebih mandiri).

Karya & Presentasi (Mengaplikasi & Joyful Learning):

  • Peserta didik bekerja sama untuk menyempurnakan esai/artikel mereka.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan esai/artikel mereka. Setelah presentasi, mereka juga harus menjelaskan bagaimana mereka sampai pada kesimpulan tersebut dan sikap apa yang harus diambil terkait isu tersebut.

Analisis & Refleksi (Merefleksi):

  • Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil esai/artikel.
  • Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang bertanggung jawab dan etika dalam menyebarkan informasi.

Kegiatan Penutup (15 menit) – Umpan Balik & Perencanaan Selanjutnya (Meaningful Learning & Joyful Learning):

  • Refleksi & Apresiasi (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik untuk menyampaikan satu keterampilan yang paling mereka rasakan meningkat hari ini. Guru mengapresiasi kerja keras dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. (Umpan balik konstruktif dan membangun semangat).
  • Penyimpulan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum inti materi tentang pentingnya mengkritisi informasi dan menyajikannya secara bertanggung jawab.
  • Tindak Lanjut & Perencanaan (Joyful Learning): Guru memberikan motivasi untuk terus menjadi warga negara digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi topik atau jenis media lain yang ingin mereka kritisi di luar pembelajaran (misalnya, iklan, film dokumenter, pidato).

G.   ASESMEN PEMBELAJARAN

a.   Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)

  • Format: Tes Lisan / Polling interaktif (Mentimeter/Google Forms).
  • Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang literasi media, pemahaman tentang berita, dan pengalaman mereka menghadapi informasi yang meragukan.

Pertanyaan Contoh:

  • “Apa yang kalian lakukan pertama kali saat menerima pesan berantai di grup keluarga?”
  • “Menurut kalian, apa bedanya ‘fakta’ dan ‘opini’?”
  • “Sebutkan 3 sumber informasi yang paling sering kalian akses setiap hari!”
  • “Apa yang kalian ketahui tentang istilah ‘hoaks’ atau ‘berita palsu’?”

b.    Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)

  • Format: Observasi (saat diskusi kelompok, partisipasi aktif), Penilaian Diri, Penilaian Antarteman, Kuis Singkat, Lembar Kerja Analisis Berita.
  • Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik.

Pertanyaan/Tugas Contoh:

  • Observasi Diskusi Kelompok: Catatan guru tentang kemampuan peserta didik membedakan fakta/opini, mengidentifikasi bias, dan berargumen secara logis.
  • Lembar Kerja Analisis Berita (Pertemuan 1): Peserta didik mengisi tabel untuk membedah sebuah berita: Sumber (kredibel/tidak), Fakta yang ditemukan, Opini yang ditemukan, Potensi Bias.
  • Kuis Singkat (Pertemuan 1): “Manakah dari pernyataan berikut yang merupakan fakta? A. Jakarta adalah ibu kota Indonesia. B. Menurut saya, Jakarta terlalu macet.”
  • Penilaian Diri (Pertemuan 2): “Sejauh mana saya telah berusaha untuk tidak langsung percaya pada setiap informasi yang saya terima?” (Skala: Sangat setuju, Setuju, Netral, Tidak setuju, Sangat tidak setuju).
  • Penilaian Antarteman (Esai/Artikel): Peserta didik memberikan umpan balik singkat tentang kejelasan, objektivitas, dan kekuatan argumen pada esai/artikel teman.

c.   Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)

  • Format: Penilaian Produk (Esai/Artikel Kritis) dan Presentasi.
  • Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan, terutama kemampuan mengkritisi dan menyajikan informasi.

Tugas Contoh:

Tugas Produk (Esai/Artikel Kritis):

  • “Pilihlah satu isu aktual yang sedang ramai dibicarakan di media massa/sosial. Lakukan analisis kritis terhadap isu tersebut dari minimal 3 sumber berbeda (cetak/online). Kemudian, tulislah esai/artikel singkat (300-500 kata) yang berisi: (1) Ringkasan isu, (2) Analisis kredibilitas sumber yang kalian gunakan, (3) Identifikasi fakta dan opini, (4) Analisis potensi bias, dan (5) Kesimpulan serta rekomendasi sikap yang perlu diambil sebagai pembaca kritis.”

Kriteria Penilaian Esai/Artikel:

  • Ketepatan analisis fakta dan opini.
  • Kemampuan mengevaluasi kredibilitas sumber.
  • Keterampilan mengidentifikasi bias.
  • Kelengkapan dan kejelasan argumen.
  • Struktur tulisan dan kebahasaan yang baik (PUEBI, kalimat efektif).
  • Sikap objektif dan bertanggung jawab dalam penyajian informasi.

Presentasi (Opsional, dari tugas produk):

  • “Presentasikan hasil analisis isu dan esai/artikel kalian di depan kelas. Jelaskan secara singkat mengapa kalian memilih isu tersebut dan bagaimana proses kalian mengkritisi informasinya.”

Kriteria Penilaian Presentasi:

  • Kejelasan dan kelancaran penyampaian.
  • Kemampuan menjawab pertanyaan.
  • Sikap percaya diri dan bertanggung jawab.

Semua Dokumen Tersedia di 1 Aplikasi Android

Dapatkan semua dokumen dari Masafidhan.com melalui aplikasi Android kami. Praktis, lengkap, dan mudah diakses.

Download Aplikasi Masafidhan

(-)


Download Dokumen

Silakan Download PERANGKAT PEMBELAJARAN LENGKAP yang tersedia secara langsung di aplikasi android kami.

5 Comments

  1. Anonim

    modul ajar/RPP antropologi yang deep learning belum ada

  2. Anonim

    terima kasih sudah mau berbagi ilmunya

  3. LISA

    MAPEL ANTROPOLOGI BELUM ADA YA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *